Indonesia Dorong Penguatan Dana Concessional (ICF) di Forum IsDB Annual Meeting 2026

24 Juni 2026
OLEH: Yani Kurnia Astuti
Indonesia Dorong Penguatan Dana Concessional  (ICF) di Forum IsDB Annual Meeting 2026
 

Indonesia menyambut peluncuran dan operasionalisasi Islamic Development Bank (IsDB) Concessional Fund (ICF) yang resmi dimulai pada tahun ini sebagai langkah penting dalam memperkuat dukungan pembiayaan bagi negara-negara anggota yang rentan dan berpendapatan rendah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam IsDB Annual Meeting 2026 di Baku, Azerbaijan, di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan global dan keterbatasan ruang fiskal di banyak negara berkembang.

 

Ekonomi Syariah dalam Arsitektur Pembangunan Global

Indonesia menegaskan kembali bahwa ekonomi syariah tidak lagi diposisikan sebagai sektor alternatif, melainkan bagian dari arsitektur pembangunan global yang lebih inklusif.

Dalam forum tersebut, Indonesia menilai ekonomi syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan akses pembiayaan, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi negara berkembang.

Islamic Development Bank atau IsDB berperan sebagai lembaga keuangan pembangunan yang mengusung prinsip syariah dengan mandat memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi di negara-negara anggotanya.

 

ICF Semakin Relevan di Tengah Tantangan Pembiayaan Global 

Indonesia menilai kehadiran ICF menjadi semakin relevan mengingat kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus meningkat. Dana ini diharapkan menjadi instrumen pembiayaan lunak yang mampu membantu negara-negara anggota berpendapatan rendah menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan krisis yang semakin kompleks.

Peluncuran ICF juga dipandang sebagai keberhasilan IsDB dalam menerjemahkan visi bersama negara-negara anggota menjadi instrumen pembiayaan yang konkret dan operasional.

 

 

Dua Pesan Kunci Indonesia di Forum IsDB

Dalam forum tersebut, Indonesia yang diwakili oleh Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, sekaligus Plt. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Kemenkeu, menyampaikan dua pesan utama terkait penguatan dan keberlanjutan ICF.

Pertama, IsDB perlu memperkuat strategi mobilisasi sumber daya yang lebih terdiversifikasi.

“IsDB perlu mengadopsi pendekatan pembiayaan yang lebih inovatif dan tidak hanya bergantung pada satu atau dua sumber pendanaan utama. Keterlibatan berbagai pihak melalui kemitraan dengan dana pembangunan internasional, lembaga filantropi, serta berbagai mitra strategis dalam ekosistem keuangan syariah global akan memperkuat ketahanan finansial bank dalam jangka panjang,” ujar Arief Wibisono.

Kedua, Indonesia menyoroti pentingnya efektivitas tata kelola dan operasional ICF.

“Efektivitas operasional harus menjadi prioritas utama. Tanpa tata kelola yang efisien dan terkoordinasi, dampak pembiayaan tidak akan optimal bagi negara-negara yang paling membutuhkan,” tegas Arief.

 

Diplomasi Ekonomi dan Penguatan Peran Indonesia di IsDB

Kehadiran Indonesia dalam forum ini juga memperkuat agenda diplomasi ekonomi melalui kerja sama Selatan–Selatan (South-South Cooperation), yang menempatkan negara berkembang sebagai mitra sejajar dalam pembangunan global.

Forum IsDB menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk memperluas jejaring kerja sama, memperkuat kolaborasi internasional, serta mendorong model pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Indonesia juga mendorong peningkatan representasi negara dalam jajaran manajemen IsDB. Sebagai salah satu anggota terbesar dan mitra pembangunan aktif, Indonesia menilai keterwakilan yang lebih kuat di tingkat kepemimpinan akan mendukung upaya memperkuat efektivitas, responsivitas, dan dampak pembangunan yang dihasilkan IsDB.

Di tengah tuntutan global agar lembaga pembangunan multilateral semakin besar dan efektif dalam menjawab tantangan pembangunan, Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi lebih besar dalam penguatan institusi. Indonesia juga meyakini memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing secara merit untuk mengisi posisi-posisi strategis di IsDB.

 

Menkeu: Ekonomi Syariah Bukan Simbol

Arah kebijakan tersebut sejalan dengan pandangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa ekonomi syariah merupakan bagian dari strategi besar pembangunan nasional.

“Ekonomi syariah adalah bagian dari strategi besar pembangunan sejajar dengan ekonomi hijau dan ekonomi digital. Bukan simbol, bukan retorika, tetapi instrumen nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi bangsa,” ujar Menkeu dalam Syariah Economic Forum, Februari 2026.

 

IsDB Annual Meeting 2026: Forum Strategis Pembiayaan Global

IsDB Annual Meeting 2026 mengusung tema “Regional Connectivity for Sustainable Prosperity”, dengan fokus pada konektivitas kawasan, pembiayaan pembangunan, serta penguatan perdagangan dan investasi antarnegara anggota.

Forum ini menjadi salah satu ruang penting dalam merumuskan arah masa depan pembiayaan pembangunan global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Partisipasi Indonesia dalam forum ini mencerminkan pergeseran peran dari sekadar peserta menjadi aktor yang ikut membentuk agenda global.

Dorongan terhadap reformasi IsDB dan penguatan ICF menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem pembiayaan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Lebih jauh, langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu penggerak utama ekonomi dan keuangan syariah di tingkat global.


Yani Kurnia Astuti