3 Tips Bijak dan Cerdas Mengelola THR untuk Kebutuhan Lebaran

Finansial
28 April 2022
OLEH: Anas Nur Huda
3 Tips Bijak dan Cerdas Mengelola THR untuk Kebutuhan Lebaran

Hore! THR sudah cair! Mau dipakai buat apa ya? Baju lebaran? Kirim-kirim hampers? Angpau buat anak-anak atau keponakan? Kirim orang tua?

Tunjangan Hari Raya, atau yang populer disebut dengan THR, memang jadi salah satu hal paling penting dan sangat ditunggu menjelang lebaran oleh para karyawan. Bagaimana tidak? Besarannya—biasanya sih—lumayan banget. Biasanya minimal satu kali gaji pokok.

Tahukah kamu? Faktanya Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki tradisi THR menjelang hari raya keagamaan. Bahkan ada undang-undang resminya juga. Di negara lain, tradisi ini tidak ada lho! Jadi artinya apa? Disyukuri!

Lalu, apa bentuk rasa syukurnya? Sudah pasti dengan cara dikelola dengan baik, tidak dihambur-hamburkan, apalagi hanya untuk memenuhi keinginan sesaat yang tidak ada faedahnya.

Jadi, besar ataupun kecil, THR sebaiknya dikelola dengan bijak dan cerdas. Jangan sampai hanya sekadar lewat tanpa memberikan manfaat untukmu. Yuk, kita lihat beberapa pos dan tips mengelola THR agar tahun ini lebaranmu lebih bermakna tanpa harus konsumtif.

Ada beberapa pos yang bisa dipenuhi dengan THR. Mengingat THR jumlahnya lumayan dan diberikan satu tahun sekali, maka paling insentif ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan tahunan yang biasanya jumlahnya juga lumayan. Misalnya, ada beberapa pajak yang ditagihkan secara tahunan dan harus disiapkan dengan baik. Uang THR bisa menjadi sumber alokasi dana sebagian untuk pos pajak ini.

THR juga bisa dialokasikan untuk membayar premi tahunan. Premi asuransi juga ada yang harus disetorkan setiap tahun, sesuai dengan perjanjian polisnya. Perhitungkan dengan saksama ya.

Salah satu pos yang juga bisa dipenuhi dengan uang THR adalah cicilan utang, terutama utang kartu kredit. Kalau sudah menggunung, nah ini kesempatan untuk mengurangi beban utangmu sekarang. Hidup tanpa utang itu terasa ringan banget loh!

Uang THR juga pasti akan lebih bermanfaat kalau sebagian juga dialokasikan untuk investasi. Kamu sudah punya instrumen investasi apa? Reksa dana, saham, emas? Jika kamu punya bentuk investasi yang lain, kamu juga boleh mengalokasikannya.

Lalu, apakah artinya tidak boleh belanja? Belanja bukan hal yang dilarang kok. Justru juga disarankan! Dengan berbelanja, ekonomi nasional juga menjadi tetap berjalan dan bertumbuh.

Tapi, bagaimana caranya supaya bisa berbelanja namun uang THR tak menguap begitu saja? Lakukan tips berikut ini.

1. Susun prioritas

Ingatlah prinsip kebutuhan vs keinginan. Mana yang harus didahulukan? Terkadang keduanya memang menjadi pilihan yang sulit. Namun, meski uang THR diberikan dalam nominal yang lumayan, tetap saja tidak akan mungkin bisa kita gunakan untuk memenuhi semua keinginan. Buatlah daftar prioritas kebutuhan. Kebutuhan tiap orang bisa jadi berbeda. Karenanya, kamu tak perlu untuk membandingkannya dengan kebutuhan orang lain.

2. Sisihkan dan belanjakan sesuai urutan prioritas

Bisa jadi top priority kamu untuk lebaran ini adalah ongkos mudik. Pasalnya, sudah 2 tahun mungkin kamu belum mudik sehingga tahun ini kamu merasa wajib untuk mudik. Di sini, kamu mungkin akan perlu biaya tiket transportasi, oleh-oleh, dan mungkin angpau untuk para keponakan.

Buatlah plafon bujet agar tak berlebihan. Misalnya, oleh-oleh cukuplah Rp500.000. Angpau untuk keponakan cukuplah Rp1.000.000 untuk 10 keponakan kecil. Jika tak merasa mampu, boleh banget kamu kurangi atau belikan saja pernak-pernik lucu sebagai pengganti angpau.

Setelah prioritas utama sudah beres, kamu bisa beranjak ke prioritas-prioritas berikutnya sesuai urutan. Sesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan kemampuan. Buat plafon bujet untuk setiap prioritas. Ini penting agar kamu tak berlebihan membelanjakan uangmu.

3. Manfaatkan diskon, promo, dan program-program hemat lainnya

Di masa-masa menjelang lebaran, biasanya banyak toko menawarkan berbagai program promo. Ini bisa kamu manfaatkan untuk menekan pengeluaran. Namun ingat, kembali lagi pada kebutuhan. Bedakan dengan ‘aji mumpung’.

Aji mumpung adalah ketika ada sale atau diskon, kamu tiba-tiba merasa perlu membeli baju lebaran. Alhasil, tanpa rencana belanja baju, kamu malah jadi memborong baju padahal kamu tidak begitu memerlukannya. Itulah bedanya promo dan diskon yang dimanfaatkan untuk menekan pengeluaran, dan promo yang justru bikin kamu boncos.

THR diberikan khusus agar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Mari bijak mengelola dan memanfaatkannya agar kamu tak hanya menggunakannya untuk hari raya saja tetapi juga bisa memenuhi prioritas lainnya.

Selamat menyambut lebaran. Mohon maaf lahir dan batin.


Anas Nur Huda