Awas Kantong Jebol! Panduan Cerdas Kelola THR dan Anggaran Ramadan

25 Februari 2026
OLEH: Kholil Aziz Hasri, Pegawai Sekretariat Jenderal
Awas Kantong Jebol! Panduan Cerdas Kelola THR dan Anggaran Ramadan
 

Bulan suci Ramadan selalu membawa kebahagiaan dan antusiasme tersendiri. Namun, di balik euforia kegiatan khas saat bulan Ramadan seperti buka puasa bersama (bukber), persiapan mudik, hingga tradisi salam tempel, ada satu tantangan nyata yang rutin kita hadapi yaitu inflasi gaya hidup musiman.

Bukan rahasia lagi jika pengeluaran di bulan puasa seringkali justru membengkak dibandingkan bulan biasa. Jika tidak dikelola dengan baik, Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya ada saat menjelang Hari Raya bisa jadi hanya sekadar "numpang lewat" meninggalkan kita dengan saldo menipis pasca Lebaran. 

Lalu bagaimana cara mengatur THR agar tidak boros saat Ramadan dan Lebaran? Berikut 4 tips cerdas mengatur arus kas selama Ramadan dan Lebaran.

 

1. Pisahkan Gaji Bulanan dan THR

Langkah pertama dalam pengelolaan keuangan bulan puasa adalah memisahkan antara gaji dan THR. Jangan mencampuradukkan kedua sumber dana ini. Gunakan gaji rutin bulanan Anda murni untuk biaya hidup operasional, seperti membayar tagihan listrik, air, cicilan rumah atau kendaraan, serta belanja dapur sehari-hari. 

Sementara itu, kunci uang THR Anda secara khusus untuk mendanai pengeluaran ekstra yang muncul karena kegiatan Ramadan dan perayaan Idulfitri. Memisahkan pos dana membantu Anda mengontrol arus kas dan mencegah pengeluaran impulsif.

 

2. Rumus Alokasi Ideal THR

Agar THR tidak menguap tanpa jejak, segera alokasikan dananya sejak hari pertama cair. Berikut contoh alokasi yang diterapkan:

  • 10% hingga 15% untuk kewajiban agama, seperti Zakat Fitrah, Zakat Mal, Fidyah, maupun sedekah. Pos ini adalah prioritas utama untuk menyempurnakan ibadah kita.
  • 10% hingga 20% dari THR untuk melunasi atau mencicil utang jangka pendek, khususnya tagihan kartu kredit atau paylater yang mungkin membengkak.
  • 40% hingga 50% alokasi untuk kebutuhan Lebaran. Dana ini mencakup biaya transportasi mudik, hampers, angpao atau salam tempel, kue Lebaran, hingga pakaian baru jika memang diperlukan.
  • 10% hingga 20% sisanya untuk tabungan atau investasi, seperti menambah dana darurat, membeli Surat Berharga Negara (SBN), atau reksa dana guna mengamankan kondisi keuangan Anda pasca-Lebaran.

 

3. Waspada "Bocor Halus" Pengeluaran

Pengeluaran besar seperti tiket pesawat mudik mungkin sudah disiapkan dari jauh hari, tapi pengeluaran kecil yang berulang seringkali luput dari pantauan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Waspadai jebakan acara bukber. Silaturahmi memang penting, tapi Anda tidak harus selalu hadir di setiap undangan. Tentukan batas maksimal dan prioritas kehadiran dan siapkan budget khusus di awal.
  • Hadapi tren kirim hampers dengan bijak. Jadilah selektif dan batasi pengiriman hanya pada keluarga inti atau relasi terdekat. Membawakan buah tangan buatan sendiri juga bisa menjadi alternatif yang lebih hemat dan terasa lebih personal.
  • Tahan godaan diskon online saat sahur. Kebiasaan mengecek aplikasi e-commerce sambil menunggu waktu subuh sangat mudah memicu pembelian impulsif pada barang yang sebenarnya tidak mendesak.

 

4. Strategi Bertahan Hidup Pasca-Lebaran

Banyak yang lupa bahwa setelah gegap gempita libur Lebaran usai realita kehidupan tetap berlanjut. Jarak antara kembalinya kita beraktivitas pasca lebaran dengan tanggal gajian berikutnya seringkali terasa sangat panjang. Pastikan Anda:

  • Menyisakan saldo likuid yang cukup di rekening operasional untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.
  • Tidak mengandalkan utang konsumtif.
  • Tetap disiplin pada anggaran bulanan.
  • Jangan sampai euforia Lebaran berujung pada beban finansial baru.

Esensi dari ibadah puasa pada dasarnya adalah melatih pengendalian diri, dan nilai ini sangat relevan untuk diaplikasikan pada kebiasaan konsumtif kita. Keberkahan bulan Ramadan tidak diukur dari seberapa mewah perayaan kita, melainkan dari seberapa bijak kita mengelola rezeki yang dititipkan-Nya. Selamat merencanakan keuangan, semoga Ramadan kali ini membawa ketenangan bagi pikiran, spiritual, dan tentu saja dompet kita.


Kholil Aziz Hasri, Pegawai Sekretariat Jenderal