Manfaat dan Tips Menyusun Dana Darurat untuk Keuangan Kita
Dalam mengatur keuangan baik pribadi maupun rumah tangga, ada satu hal yang sering terlupakan oleh banyak orang, yaitu dana darurat. Dana darurat adalah simpanan uang yang disiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis mendadak, atau hal mendesak lainnya yang harus dipenuhi saat itu juga. Tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan finansial agar tidak perlu berutang saat menghadapi keadaan darurat.
Manfaat Dana Darurat
Banyak manfaat yang bisa kita dapat dengan menyiapkan dana darurat, di antaranya adalah perlindungan keuangan. Ketika hal darurat dan membutuhkan biaya terjadi tetapi tidak ada dana darurat, maka tersisa pilihan kartu kredit atau pinjaman lunak dengan bunga tinggi. Namun, pilihan tersebut nantinya akan menambah beban keuangan kita. Ketersediaan dana darurat akan menghindarkan kita dari hal tersebut.
Manfaat selanjutnya adalah ketenangan pikiran. Kita akan merasa lebih tenang karena memiliki cadangan finansial jika terjadi hal tak diinginkan. Dana darurat juga memiliki fleksibilitas, artinya memberi waktu untuk memulihkan keuangan kita tanpa tekanan. Misalnya, seseorang dipecat dari pekerjaannya, maka dia bisa mencari pekerjaan lain dengan lebih tenang karena mempunyai cadangan dana untuk memenuhi kebutuhannya hingga menemukan pekerjaan yang baru.
Berapa Besar Dana Darurat yang Ideal?
Besaran dana darurat berbeda-beda untuk setiap orang. Dana darurat biasanya dihitung berdasarkan jumlah pengeluaran bulanan. Kebutuhan bulanan sendiri bisa dihitung dari biaya tetap, seperti biaya sewa, listrik, atau cicilan. Selain itu, ada juga biaya variabel, seperti makan dan transportasi.
Untuk individu yang masih lajang dan tidak memiliki tanggungan, besaran dana darurat antara 3 sampai 6 bulan dari total biaya hidup. Misalnya dalam sebulan dibutuhkan Rp3 juta untuk memenuhi biaya hidup, maka dana darurat yang harus disiapkan adalah sebesar Rp9 juta sampai Rp18 juta.
Untuk sebuah keluarga atau mereka yang memiliki tanggungan finansial seperti anak atau anggota keluarga lain, maupun pekerja lepas (freelancer) serta pemilik bisnis yang pendapatannya tidak tetap, besaran dana darurat baiknya antara 6 sampai 12 bulan dari biaya hidup. Contohnya seperti kepala keluarga (suami) yang memiliki tanggungan istri dan anak, dengan kebutuhan bulanan sebesar Rp5 juta, maka dibutuhkan dana darurat sebesar Rp30 juta sampai Rp60 juta.
Tips Mengumpulkan Dana Darurat
1. Buat Prioritas
Buat prioritas untuk anggaran keuanganmu. Dahulukan memenuhi dana darurat sebelum investasi. Sisihkan sebagian pendapatanmu setiap bulan, misalnya sekitar 10%-15% pada awal gajian.
2. Gunakan Rekening Terpisah
Simpan pada rekening yang berbeda agar tidak tergoda menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
3. Mulai dari Kecil
Jangan khawatir jika tidak bisa langsung mencapai target besar. Mulailah dengan jumlah kecil tetapi konsisten.
4. Manfaatkan Bonus atau Uang Tak Terduga
Jika mendapat bonus kerja atau pendapatan ekstra langsung sisihkan untuk dana darurat.
Di Mana Menyimpan Dana Darurat?
Dana darurat harus disimpan di tempat yang aman, mudah diakses, tetapi tetap memberikan imbal hasil. Ada beberapa pilihan tempat untuk menyimpan dana darurat, antara lain rekening tabungan. Selain aman dan likuid atau mudah dicairkan, rekening tabungan juga menghasilkan imbal hasil berupa bunga bank walaupun rendah. Selanjutnya adalah deposito. Pilih deposito dengan jangka waktu pendek seperti 3 bulan atau 6 bulan. Deposito cocok untuk sebagian dana darurat yang tidak segera diperlukan, namun tetap mudah diakses dalam jangka waktu tertentu.
Selain tabungan dan deposito, e-wallet juga bisa digunakan untuk menyimpan sebagian kecil dana darurat untuk kebutuhan yang sangat mendesak. Terakhir, adalah reksa dana pasar uang. Tempat ini dipilih karena imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan bank biasa, tetapi tetap likuid.
Yang harus diingat adalah gunakan dana darurat hanya untuk situasi yang benar-benar mendesak dan tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis yang tidak ditanggung asuransi, perbaikan rumah atau kendaraan yang sangat penting, serta berbagai hal darurat dan mendesak lainnya. Hindari menggunakan dana darurat untuk pengeluaran rutin, belanja yang sifatnya konsumtif, atau investasi.
Bagaimana Jika Dana Darurat Sudah Terpakai?
Jika dana darurat telah terpakai, segera rencanakan pengisian ulang dengan anggaran baru. Tetap jaga saldo dana daruratmu sebisa mungkin. Kamu juga bisa meninjau kembali pengeluaran bulananmu untuk mempercepat pengumpulan dana kembali. Jangan lupa untuk terus mengevaluasi apakah jumlah yang kamu targetkan sudah cukup atau perlu ditingkatkan. Dengan dana darurat yang cukup, kamu akan lebih siap menghadapi kejadian tak terduga tanpa mengganggu stabilitas keuanganmu.
Jadi, dana darurat merupakan komponen yang sangat penting dalam perencanaan keuanganmu. Selalu sedia payung sebelum hujan, persiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, sehingga hidupmu lebih tenang dan siap dalam menghadapi keadaan yang ada.