Personal Finance Is Personal: Cara Mengelola Keuangan Tanpa Membandingkan Diri dengan Orang Lain

5 Januari 2026
OLEH: Irfan Bayu Pradhana
Personal Finance Is Personal: Cara Mengelola Keuangan Tanpa Membandingkan Diri dengan Orang Lain
 

Mengelola keuangan pribadi sering kali terasa berat bukan karena kekurangan uang, melainkan karena kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Kita melihat teman membeli mobil baru, rekan kerja liburan ke luar negeri, atau tetangga merenovasi rumah. Tanpa sadar, muncul pertanyaan, “Kok mereka bisa, aku kapan?”

Padahal, setiap orang memiliki kondisi, tujuan, dan ritme finansial yang berbeda, sehingga keputusan keuangan seharusnya bersifat personal dan tidak bisa disamakan antara satu orang dengan yang lain.

 

Setiap Orang Memiliki Kondisi Keuangan yang Berbeda

Setiap individu memulai perjalanan keuangannya dari titik awal yang berbeda. Besaran gaji, jumlah tanggungan keluarga, biaya hidup, latar belakang pendidikan, hingga peluang hidup tidak pernah benar-benar sama.

Ada orang yang memulai karier tanpa beban finansial keluarga. Ada pula yang sejak awal harus menanggung kebutuhan orang tua, adik, atau biaya pendidikan sendiri. Dengan kondisi hidup yang berbeda, membandingkan pencapaian keuangan justru menjadi tidak relevan.

 

Media Sosial Tidak Menampilkan Cerita Keuangan yang Utuh

Apa yang terlihat di media sosial sering kali hanya sisi terbaik dari kehidupan seseorang. Kita jarang mengetahui fakta di baliknya, seperti:

  • apakah liburan mahal tersebut hasil tabungan panjang atau fasilitas pay later;
  • apakah mobil baru dibeli tunai atau melalui cicilan jangka panjang;
  • apakah gaya hidup itu benar-benar sesuai kemampuan finansial.

Membandingkan keuangan diri sendiri dengan apa yang tampak di media sosial berisiko memicu stres, rasa tidak puas, dan keputusan finansial yang impulsif.

 

Mengelola Keuangan Bukan Kompetisi

Keuangan pribadi bukan perlombaan siapa yang lebih cepat kaya atau siapa yang terlihat paling sukses. Personal finance adalah perjalanan jangka panjang yang unik bagi setiap orang.

Pertanyaan yang lebih sehat untuk diajukan adalah: “Apakah kondisi keuangan saya hari ini lebih baik dibandingkan kemarin?”

Kemajuan kecil—seperti mulai menabung, mengurangi utang, atau lebih disiplin mencatat pengeluaran—merupakan langkah berarti dalam pengelolaan keuangan.

 

Cara Berhenti Membandingkan dan Fokus pada Keuangan Sendiri

Agar pengelolaan keuangan lebih sehat dan realistis, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:

  1. Tentukan tujuan keuangan pribadi
    Fokus pada kebutuhan Anda, seperti dana darurat, dana pendidikan, rumah, atau dana pensiun.
  2. Buat rencana keuangan sesuai kemampuan
    Tidak perlu mengikuti target atau gaya hidup orang lain.
  3. Kenali gaya hidup yang membuat Anda nyaman
    Jika hidup sederhana membuat Anda tenang, tidak ada kewajiban mengikuti standar sosial tertentu.
  4. Hindari membandingkan pendapatan
    Bandingkan kebiasaan mengelola uang, bukan jumlah penghasilannya.
  5. Hargai proses dan kemajuan kecil
    Konsistensi lebih penting daripada kecepatan.

Kaya Bukan Soal Tampilan, tapi Ketenangan Finansial

Banyak orang terjebak pada upaya terlihat sukses, bukan benar-benar sejahtera. Memaksakan gaya hidup demi gengsi sering kali berujung pada tekanan finansial dan utang berkepanjangan.

Kaya sejatinya bukan tentang apa yang terlihat, melainkan tentang rasa aman, cukup, dan tenang secara finansial.

Ketika berhenti membandingkan kondisi keuangan dengan orang lain, perjalanan mengelola keuangan akan terasa lebih ringan dan terarah. Setiap orang memiliki waktunya sendiri.

Anda tidak terlambat. Anda tidak tertinggal. Anda sedang menempuh jalan finansial Anda sendiri.