Seimbangkan Beban Pekerjaan dengan Kegemaran

Wawancara
15 Juni 2022
OLEH: Dimach Putra
Seimbangkan Beban Pekerjaan dengan Kegemaran

Menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan telah menjadi tantangan orang-orang di zaman sekarang. Jika tak piawai mengatur, bisa-bisa salah satunya harus rela dikorbankan. Yang terjadi berikutnya adalah burnout atau stress karena tidak adanya keseimbangan antara kesenangan dan kewajiban.

Kami berbincang dengan R. Syarif Hidayat, Direktur Interdiksi Narkotika di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Selain tanggung jawab utamanya itu, Ia juga mengemban amanah menjadi Ketua Umum Badan Pembina Olahraga dan Seni (Bapors) DJBC. Apa peran Bapors dalam menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan pegawai di DJBC? Berikut petikan wawancaranya.

 

Bisa dijelaskan apa itu Bapors?

Bapors adalah singkatan dari Badan Pembina Olahraga dan Seni Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tugas saya sebagai ketua adalah melakukan pembinaan dan mengkoordinasikan, sekaligus melakukan pengawasan di dalam pelaksanaan seluruh kegiatan yang menyangkut olahraga dan seni di Bea Cukai.

Unit yang berada dalam lingkup pembinaan Bapors sendiri cukup banyak. Di bidang olahraga, kami membina unit karate, berenang, menyelam, tenis lapangan, tenis meja, badminton, sepak bola, futsal, lari dan lainnya. Di bidang seni, kami memiliki unit marching band, seni musik, tari dan lain-lain. Jadi, seluruh kegiatan di lingkungan direktorat ini berada di bawah koordinasi kami.

 

Unit kegiatan olahraga dan seni apa saja yang dibina oleh Bapors

Di cabang olahraga terdapat 16 unit yang kami bina. Ada unit sepak bola dan futsal, bola voli, bola basket, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja. Berikutnya ada beladiri, atletik, sepeda, menembak dan panahan. Di bidang aquatik ada berenang dan menyelam. Yang cukup unik, kami juga memiliki unit terjun payung, catur dan e-sports, serta tarik tambang.

Sementara itu di bidang seni kami memiliki unit fotografi dan videografi, grup musik, marching band dan korps musik (korsik). Selain itu, kami juga membina unit seni gerak dan seni suara, serta seni bahasa. Terakhir untuk memfasilitasi kegiatan lainnya yang akan terus berkembang, ada unit olahraga dan seni lainnya yang menaungi mereka.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi selamat kepada Korps Musik Bea dan Cukai seusai bertugas di upacara Hari Bea Cukai 2019

 

Apa manfaat pembinaan kegiatan olahraga dan seni bagi pegawai di DJBC?

Tentu alasannya adalah agar tercipta keseimbangan dalam kehidupan pegawai di Kemenkeu khususnya di DJBC. Kami berkomitmen untuk menjaga agar kehidupan profesional dalam melaksanakan pekerjaan dan kehidupan sosial, khususnya melakukan hobi ini tetap seimbang. Contohlah saya, jika tidak berolahraga rasanya tubuh jadi kurang bugar. Kami juga merasa bahwa pelaksanaan olahraga bersama seminggu sekali di hari Jumat itu masih kurang. Untuk itu, kami membuka unit-unit kegiatan sesuai dengan hobi-hobi yang digemari para pegawai.

Saat mereka dapat melaksanakan kegiatan sesuai hobi, yang terjadi adalah hatinya menjadi senang, Mereka dapat lebih menikmati kegiatan tersebut. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan di luar jam kantor. Setelah refreshing dengan berolahraga atau berkesenian, tubuh mereka pun terasa bugar. Mereka jadi lebih semangat melaksanakan tugasnya di kantor.

 

Seperti apa bentuk dukungan yang diberikan DJBC untuk kegiatan tersebut?

Kami memberikan arahan untuk mempersiapkan rencana kegiatan dalam setahun. Biasanya kami memintanya di akhir tahun untuk pelaksanaan di tahun berikutnya. Di dalamnya juga dilengkapi dengan strategi pelatihan, bagaimana pelaksanaan lomba, kalkulasi terkait pendanaan. Selain itu, kami akan memberi arahan untuk pencarian pendanaan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Tujuan kami melakukan itu adalah untuk menjaga keberlangsungan kegiatan di unit-unit tersebut. Sehingga, para pegawai masih bisa terus melakukan kegiatan olahraga dengan berkesenian. Kompetisi dan perlombaan pun juga dapat diselenggarakan dan diikuti dengan baik. Dan yang terpenting, akuntabilitas dari sisi penggunaan dana oleh unit-unit tersebut juga dapat tetap terjaga dan transparan.

Di cabang olahraga terdapat 16 unit yang kami bina. Ada unit sepak bola dan futsal, bola voli, bola basket, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja. Berikutnya ada beladiri, atletik, sepeda, menembak dan panahan.

 

Pendanaan menjadi penting bagi eksistensi unit, seperti apa skema pendanaan unit-unit ini?

Pendanaan itu bisa berasal dari beberapa sumber. Pertama, dari anggota masing-masing. Contohnya untuk olahraga badminton, itu kan tiap bermain membutuhkan beberapa slof shuttlecock. Nah, itu dikembalikan ke anggota masing-masing pemenuhannya. Tapi ada juga kegiatan yang fasilitasnya sudah tersedia, tinggal berlatih tanpa iuran. Skema lain contohnya saat ada yang mengikuti perlombaan mewakili DJBC atau Kemenkeu ke Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (PORKORPRI). Di situ kami dukung mereka dengan memberi surat tugas. Berikutnya ada juga dana yang kami sisihkan dari dana operasional kantor.

Kemungkinan lain adalah melalui sponsorship yang tidak mengikat. Seperti apa? Misalkan, untuk kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan dalam rangka event besar seperti Hari Uang. Kami membuka kesempatan bagi para sponsor untuk memberi dukungan. Biasanya dukungan yang sifatnya logic. Contohnya menyiapkan kaos atau jersey dengan logo perusahaan. Sepanjang tidak menyalahi aturan, tidak ada masalah. Ada juga sponsorship yang berupa dukungan jasa. Contohnya dari rumah sakit yang mendukung dalam pemenuhan tim medis dan perawatan saat diselenggarakan acara perayaan olahraga dan seni.

 

Apa harapan Anda dengan adanya pembinaan bagi kegiatan olahraga dan seni di DJBC?

Pertama, agar pegawai di DJBC dapat bergabung dengan kegiatan olahraga dan seni yang terkoordinir ini. Harapan kami adalah agar work life balance para pegawai dapat berjalan dengan baik. Kami menyadari beban pekerjaan yang mereka lakukan dari Senin hingga Jumat mungkin dapat membuat mereka stress. Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini, mereka dapat sejenak refreshing lewat berolahraga dan berkesenian. Otomatis semangat mereka tetap tinggi.

Kedua, kebugaran mereka tetap terjaga. Kami yakin bahwa badan yang bugar itu juga menjadi modal dalam melaksanakan pekerjaan. Tak cukup hanya di situ, beberapa pegawai bahkan menggeluti hobi tersebut sampai ke level mahir. Bahkan, mereka bisa mengikuti perlombaan hingga level nasional dan internasional hingga menjadi juara.

Beberapa contoh keberhasilan pembinaan kami berasal dari cabang olahraga karate. Beberapa atlet nasional ada yang berasal dari Dojo Karate Bea Cukai. Contoh lainnya adalah cabang olahraga terjun payung dan berenang. Beberapa perenang andal Indonesia ternyata ada yang berasal dari klub renang milik kami juga. Selain itu juga ada pemain nasional sepak bola yang berasal dari Sekolah Bina Taruna. Mereka mendapat pelatihan di lapangan dan pelatih yang berasal dari kita. Itu menunjukkan bahwa keberadaan unit olahraga dan seni DJBC ini ternyata bermanfaat tidak hanya untuk pegawai, institusi DJBC dan Kemenkeu, tetapi juga masyarakat luas.

R. Syarif Hidayat, Direktur Interdiksi Narkotika di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Selain tanggung jawab utamanya itu, Ia juga mengemban amanah menjadi Ketua Umum Badan Pembina Olahraga dan Seni (Bapors) DJBC.

Terakhir, apa pesan yang ingin Anda titipkan bagi pegawai dan pembaca MK+?

Kami sangat berharap bagi seluruh pegawai di lingkungan Bea dan Cukai pada khususnya, dan Kementerian Keuangan pada umumnya, bisa mengikuti kegiatan olahraga dan seni yang ada. Tujuannya untuk menyehatkan jasmani dan rohani. Sehingga, kita bisa jadi lebih bersemangat lagi dalam melakukan pekerjaan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki fasilitas yang cukup memadai dan sangat baik untuk mendukung kegiatan tersebut.

Kami memiliki kolam renang kelas olimpiade yang bisa digunakan berenang. Kami juga menyediakan pelatihan dan memberikan sertifikasi bagi yang tertarik dengan aktivitas menyelam di sana. Selain itu, terdapat masing-masing dua lapangan tenis indoor dan outdoor. Selanjutnya, kami juga menyediakan lapangan sepakbola kelas internasional, futsal, dan badminton di luar fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Semuanya bisa dimanfaatkan tak hanya untuk pegawai, tapi juga masyarakat umum. Jadi silakan, siapapun yang ingin berolahraga dan main musik, bisa langsung gabung saja dengan kami.


Dimach Putra