Siap Kuliah Keluar Negeri? LPDP Fasilitasi Program Pengayaan Bahasa bagi Calon Penerima Beasiswa

18 Juli 2025
OLEH: Irfan Bayu Pradhana
Siap Kuliah Keluar Negeri? LPDP Fasilitasi Program Pengayaan Bahasa bagi Calon Penerima Beasiswa
 

Apa Itu Program Pengayaan Bahasa LPDP?

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, telah menjadi pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul sejak 2012. Selain program beasiswa magister dan doktoral, LPDP juga menyediakan fasilitas tambahan berupa Program Pengayaan Bahasa, sebagai bentuk persiapan bagi calon penerima beasiswa yang belum memenuhi syarat kemampuan bahasa asing.

Program ini menjembatani peserta menuju jenjang pendidikan tinggi internasional dengan pelatihan intensif bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) maupun bahasa asing lainnya, seperti Jerman, Prancis, atau Jepang. Durasi pelatihan berkisar antara 3 hingga 6 bulan, menyesuaikan kebutuhan peserta. Biaya pelatihan, akomodasi, ujian resmi, hingga uang saku ditanggung penuh oleh LPDP.

Dua Skema Pelatihan Bahasa

Ada dua jenis program, yaitu:

  1. Pengayaan Bahasa Dalam Negeri
  • Diselenggarakan oleh lembaga bahasa yang bermitra dengan LPDP.
  • Cocok bagi peserta yang sudah memiliki dasar kemampuan bahasa, namun belum memenuhi skor minimum.

2. Pengayaan Bahasa Luar Negeri

  • Biasanya untuk peserta yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut, terutama dalam konteks budaya, aksen, atau kebutuhan bahasa khusus.
  • Program ini juga menjadi bekal awal mengenal lingkungan akademik negara tujuan.
FotoKecilPB02.jpg

Kawah Candradimuka Calon Awardee

Salah satu mitra pelaksana, Unit Layanan Bahasa (ULB) UNY, menjadi contoh nyata penerapan program ini. Tahun 2025, ULB UNY menampung hingga 104 peserta, termasuk peserta program perpanjangan (extension). Menurut Fahmi, Koordinator Divisi Kerja Sama ULB UNY, peserta program menunjukkan motivasi dan sikap belajar yang luar biasa.

Fahmi menjelaskan bahwa program ini berjalan intensif dari Senin hingga Jumat, pukul 07.30–15.30, selama 3 (tiga) bulan, dengan total pelatihan setara 360 jam. “Jadi program Pengayaan Bahasa ini adalah program yang dibuat oleh LPDP dengan tujuan membekali para awardee yang sudah diterima sebagai CPB (Calon Penerima Beasiswa) terutama bagi mereka yang akan melanjutkan studi ke luar negeri, meskipun ada juga yang ke dalam negeri. Adapun pelatihan bahasa ini output-nya adalah berupa tes resmi dengan standar skor yang tinggi. Harapannya peserta pengayaan bahasa yang sudah dilatih disini, misalkan programnya IELTS ya nanti ketika lulus bisa mendapatkan skor IELTS dengan minimal 6.5, kalau yang TOEFL itu paling tidak bisa 500. Jadi outputnya adalah kemampuan berbahasa Inggris yang ditunjukkan dengan skor tes resmi,” jelas Fahmi.

Tekanan Tinggi, Semangat Tinggi

Meski jadwal padat, semangat para awardee tetap tinggi. Fahmi menyebut bahwa LPDP selalu berhasil memilih peserta terbaik dari seluruh Indonesia, yang memiliki motivasi, sikap kritis, dan kesopanan dalam menyampaikan aspirasi selama pelatihan.

FotoKecilPB01.jpg

Suara dari Peserta: Darlane dari Papua

Darlane Litaay, penerima beasiswa dari Papua yang akan berangkat menjemput gelar doktoralnya, tengah menempuh program extension di UNY setelah sebelumnya ikut pelatihan di UI. Terbatasnya akses IELTS di Jayapura menjadi alasannya bergabung. "Bukan hanya nilai, tapi pemahaman bahasa di level akademik yang saya kejar," ujarnya.

Sebagai lulusan magister dari City University of New York dan penerima beasiswa afirmasi, Darlane menekankan pentingnya struktur berpikir akademik. Menurutnya, program ini membantu menyiapkan mental dan kemampuan menulis, berbicara, dan berpikir secara akademik sebelum studi ke luar negeri.

Untuk proses pendaftarannya, Darlane merasa tidak kesulitan sama sekali. “Sangat sederhana gitu, kami cuma submit nama terus beberapa data yang dibutuhkan, saya kan afirmasi ya. Jenis beasiswanya yang mana gitu sehingga mereka klasifikasikannya juga menjadi mudah,” ungkap lulusan Magister Performance and Interactive Media Arts Brooklyn Collage ini.

Lebih dari Sekadar Bahasa

Program ini juga mengenalkan peserta pada budaya akademik global, etika komunikasi antarbangsa, dan cara berpikir kritis. Ini menjadi masa transisi penting sebelum menjalani studi yang sebenarnya di luar negeri.

Sebagaimana pernyataan Darlane, selain target nilai IELTS yang dia kejar, menurutnya bukan hanya sekedar angka, namun pemahaman tentang Bahasa Inggris yang akan dia gunakan dalam proses pembelajaran di masa kuliah nantilah yang terpenting dari program ini.

“Saya enggak lahir dengan privilege yang bisa belajar Bahasa Inggris dan lain-lain gitu. Saya belajar Bahasa Inggrisnya karena pengalaman di street aja. Nah, tetapi karena masuk ke dalam akademik, maka struktur itu sangat penting. Maka dibutuhkanlah sistem yang betul-betul terstruktur secara akademik untuk selain mempersiapkan kemampuan bahasa juga mempersiapkan the way of thinking before you go to abroad di akademik level itu,” ucapnya.

Harapan ke Depan

Fahmi berharap program ini terus berjalan, terutama untuk mendukung peserta dari daerah yang belum memiliki fasilitas pembelajaran bahasa yang memadai. "Program ini adalah investasi jangka panjang negara untuk anak-anak muda potensial," ujarnya.

Program Pengayaan Bahasa dari LPDP adalah bukti nyata negara hadir dalam setiap langkah generasi penerus bangsa. Tidak hanya memberi beasiswa, tapi juga memastikan kesiapan mereka. Generasi emas bukan hanya cerdas, tapi juga gigih, terstruktur, dan siap menghadapi tantangan global.