4 Tips Menyiapkan Dana Darurat Yang Ideal

1 Juni 2022
OLEH: Irfan Bayu
4 Tips Menyiapkan Dana Darurat Yang Ideal
 

Situasi ekonomi yang sulit akibat krisis pandemi COVID-19 rupanya harus berlanjut akibat konflik antara Rusia dan Ukraina. Dinamika geopolitik ini menyebabkan inflasi dunia meningkat secara drastis. Padahal, pertumbuhan ekonomi belum pulih akibat pandemi. Harga kebutuhan pokok melambung. Beberapa bahan pangan langka dan menghilang dari pasaran. Kita tidak tahu sampai kapan kondisi ini akan terjadi.

Hasil survei Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Indonesia (46%) hanya mampu bertahan selama seminggu jika terjadi krisis. Sementara 18% mampu bertahan 1 bulan, 5.8% mampu bertahan selama 3 bulan, dan 8.6% kuat bertahan lebih dari 6 bulan. Sisanya, sebanyak 21.6%, mengaku tidak tahu. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk bisa bertahan? Salah satu hal terpenting yang harus kita jaga adalah tercukupinya dana darurat.

Apa itu dana darurat?

Dana darurat adalah simpanan uang yang bisa kita pakai untuk menutup pengeluaran dalam periode waktu tertentu, tanpa ada pemasukan atau tanpa harus berutang saat terjadi krisis. Pasalnya, dalam krisis kita harus menghadapi situasi yang tak pasti. Tak ada yang bisa memprediksi kapan suatu pandemi atau perang selesai. Selain itu, krisis memicu kenaikan harga dan kebutuhan hidup (terasa) bertambah sementara penghasilan berkurang.

Di sinilah keberadaan dana darurat yang ideal menjadi sangat penting. Dana darurat ideal bisa digunakan hingga kita mendapatkan solusi untuk memulihkan penghasilan kita.

Berapa banyak kebutuhan dana darurat ideal? 

Besarnya dana darurat tergantung bagaimana kondisimu dan jumlah tanggunganmu. Patokannya bukan berapa rupiah, tetapi berapa kali pengeluaran rutin setiap bulan. Pasalnya, setiap orang kondisinya bisa berbeda dengan kebutuhan yang juga berbeda. Oleh karena itu, untuk menghitung kebutuhan dana darurat, kamu perlu cek lagi catatan pengeluaran rutin bulananmu.

Para perencana keuangan biasanya memberikan 4 (empat) tips untuk menghitung dana darurat ideal sebagai berikut:

  1. Lajang: 3 – 4 kali pengeluaran rutin bulanan. Asumsinya, jika kamu tidak memiliki penghasilan, kamu masih bisa hidup tanpa mengurangi besaran gaya hidup selama 3 hingga 4 bulan ke depan.
  2. Menikah tanpa anak: 6 kali pengeluaran rutin bulanan.
  3. Menikah, anak (tanggungan) 1 orang: 9 kali pengeluaran rutin bulanan.
  4. Menikah, anak (tanggungan) 2 orang: 12 kali pengeluaran rutin bulanan.

Langkah-langkah menyiapkan dana darurat

Kita semua memiliki kebutuhan yang banyak, sedangkan sumber daya terbatas. Dana darurat penting untuk dibangun hingga ideal, agar nantinya kamu tetap merasa aman meskipun kondisi sulit akibat krisis berkepanjangan. Lalu bagaimana cara memulai menyiapkan dana darurat? Ikuti tips berikut.

1. Lakukan financial check up

Membangun dana darurat ideal tentu bukan hal yang mudah namun tetap bisa dilakukan. Pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan financial check up atau cek kondisi keuanganmu meliputi:

  1. Penghasilan: bertambah atau berkurang? Berapa tambahnya atau berkurangnya?
  2. Pengeluaran: bandingkan pengeluaranmu dengan bulan-bulan sebelumnya
  3. Cicilan utang: apakah pembayaran cicilan masih lancar? Apakah kira-kira kamu akan mengalami kesulitan ke depannya untuk bisa mencicil tepat waktu?
  4. Asuransi: apakah asuransimu aman dan premi terbayar dengan baik?
  5. Tagihan: adakah tagihan yang terkendala dengan kondisi saat ini?

Hasil dari financial check up akan memberimu gambaran seberapa sehat dan kuat keuanganmu. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah melihat seberapa kemampuanmu untuk membuat rencana keuangan dan menyiapkan dana darurat dengan segera.

2. Rencanakan bertahap

Setelah kamu tahu jumlah dana darurat yang ideal, kamu bisa membangun dana darurat secara bertahap. Jika ada pemasukan ekstra, alokasikan lebih banyak ke rekening dana darurat ini. Tak perlu khawatir dengan jumlahnya yang bertambah sedikit demi sedikit. Asal konsisten, target dana darurat yang ideal pasti akan tercapai.

3. Pisahkan rekening

Rekening yang kamu gunakan untuk dana darurat hendaknya yang mudah diakses dan cepat proses pencairannya. Kamu bisa memanfaatkan tabungan biasa, deposito, reksa dana pasar uang, ataupun logam mulia. Keempatnya memiliki karakter yang berbeda sehingga kamu juga perlu mengalokasikan dengan cermat, berapa persen masing-masingnya.

Sebaiknya rekening dana darurat dan rekening belanja harian harus dipisahkan agar dana darurat tidak terganggu dan kamu bisa dengan jelas melihat capaian target dana daruratmu.

4. Masukkan dalam budgeting

Masukkan tabungan dana darurat dalam budgeting setiap bulan. Tentukan besaran tabungan setiap bulannya dan setorkan di awal bulan. Jika ternyata ada sisa uang belanja, ada baiknya segera alokasikan ke rekening khusus dana darurat.

5. Disiplin

Sekali lagi, membangun dana darurat agar memenuhi jumlah ideal bukan upaya yang ringan. Tanpa kedisiplinan, rasanya akan mustahil untuk dicapai. Apalagi jika mengingat dana darurat pemakaiannya tidak boleh sembarangan. Namun, di situlah inti dari fungsi dana darurat. Jika tidak terpakai, artinya hidup kita baik-baik saja. Berharaplah agar dana darurat tidak sampai terpakai.

Sangat penting menyiapkan dana darurat yang ideal dari sekarang. Mulailah dari melakukan beberapa tips di atas agar kita bisa survive hingga akhir krisis.