Belajar Berwirausaha bersama Ganjar Hidayat, Alumni Beasiswa LPDP Founder Rahmen.id
Mengikuti hal yang membuatmu bahagia mungkin tidak menjadi jaminan jalanmu akan terus mulus, namun itu bisa menjadi kompas untukmu kembali ke jalur yang semestinya ketika ada batu atau penghalang yang ingin membuatmu menyerah dan keluar dari jalur. Ganjar Hidayat adalah salah satu alumni beasiswa LPDP yang saat ini bergelut di bidang wirausaha. Kehidupannya menjadi entrepreneur naik turun bak roller coaster. Power of dreams dan power of kepepet menjadi kunci suksesnya saat ini.
Rutinitas
Ganjar Hidayat, pria asli Garut yang sekarang berdomisili di Bandung ini merupakan founder salah satu brand fashion lokal. Ganjar merupakan lulusan Universitas Islam Negeri Yogyakarta jurusan Hukum Bisnis Islam atau Muamalah. Dibesarkan di tengah keluarga dengan latar belakang pegawai negeri, tentu saja orang tuanya menginginkan anak lelakinya ini meneruskan tradisi keluarga.
Ganjar remaja memang punya cita-cita untuk menjadi pegawai bank, oleh karena itu dia memilih jurusan Muamalah. Ingin lebih mandiri adalah alasannya kenapa harus memilih Yogyakarta sebagai tempatnya menuntut ilmu.
Sebagai mahasiswa, Ganjar aktif berorganisasi, sebut saja Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Forum Silaturahmi Ekonomi Islam, dan lainnya. Proses berorganisasi yang dilakukannya sedari masuk perkuliahan itulah yang membentuk Ganjar saat ini yang lebih memilih untuk membebaskan dirinya dalam segala aspek. Menjelang akhir studinya, Ganjar sempat merasakan sebagai pegawai kantoran di salah satu Bank di Yogyakarta selama dua bulan.
“Dari situ saya merasakan kayaknya saya enggak cocok nih gitu, di dunia perbankan khususnya, atau di dunia kerja. Karena ketika kuliah, aktif di organisasi, senangnya ke sana kemari dan berorganisasi. Akhirnya di situ ada pergolakan batin yang akhirnya beres kuliah, saya akhirnya enggak melanjutkan untuk mencari pekerjaan tapi berwirausaha,” ucap pria berkacamata ini.
Roller Coaster
Setelah lulus sarjana pada 2010 lalu dan kembali ke Garut, Ganjar memulai usaha pertamanya, ternak lele. Bermodal 3 juta rupiah, uang hasil jualannya selama menjadi mahasiswa ditambah sisa uang jajan yang telah dia tabung, Ganjar membangun usahanya. Bermodal ilmu dari buku yang dibacanya, Ganjar dibungkam realita bahwa buku saja tidak cukup untuk mengantarkannya ke gerbang kesuksesan. Ternak lelenya gagal.
“Di buku itu harusnya tiga bulan tuh udah panen. Ternyata ini enggak dan ternyata memang saya enggak punya ilmu, enggak punya mentor, akhirnya (saya) belajar dari kesalahan,” tuturnya.
Ganjar memang tak punya darah wirausaha, sempat dibuat galau selama hampir enam bulan lamanya setelah bangkrutnya usaha pertamanya. Saat itu pula ada temannya yang menawarinya untuk mengikuti seleksi beasiswa Mien R. Uno Foundation, yang akan membiayai anak muda untuk berwirausaha. Pada tahun 2011, dari 50 orang yang diseleksi, Ganjar menjadi salah satu dari empat orang yang berhasil lolos. Di sana Ganjar belajar selama enam bulan secara intensif tentang bagaimana menjadi wirausaha yang baik dalam tajuk entrepreneur academy, “dan di situlah jadi titik balik saya menjadi seorang wirausaha,” kenang Ganjar.
Tahun 2012 setelah programnya berakhir, Ganjar lebih mantap memilih berwirausaha. Berbekal ilmu dan mentor yang didapatnya di akademi, Ganjar memulai usaha rumah makan pada 2013. Tak butuh waktu lama dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun, usahanya telah memiliki 5 cabang di Kota Bandung. Namun Ganjar malah merasa lebih kurang ilmu, “omset (yang sudah) lumayan besar, dari situ saya merasa ini saatnya nih saya sekolah lagi, termasuk kan ini merealisasikan mimpi saya sebelumnya (menjadi wirausaha yang lebih sukses),” kata Ganjar.
(Masih) Naik Turun
Jalur informasi tentang beasiswa saat itu tidak selancar saat ini. Beasiswa masih terbatas, baik info maupun jumlahnya. Ada dua beasiswa yang dicoba Ganjar kala itu, namun dia memantapkan hati untuk melepas salah satunya dan berfokus pada LPDP yang saat itu baru mulai membuka beasiswanya. Setelah proses yang cukup panjang, singkat cerita, pada 2014 Ganjar berhasil diterima di Universitas Padjajaran (Unpad) jurusan Magister Manajemen Keuangan Mikro Terpadu.
Alasan bisnis yang berada di Kota Bandung yang membuat Ganjar memilih Unpad. “Saya kayaknya berat untuk meninggalkan usaha saya dan sayanya kuliah ke luar negeri. Jadi ya saya akhirnya ya sudah saya di dalam negeri saja dulu lah gitu,” kenangnya dan hal ini yang kemudian sedikit membuat penyesalan Ganjar di saat ini.
Terlalu awal untuk menyebut tahun-tahun itu menjadi pencapaian terbaik Ganjar. Kamu tidak akan memperoleh pelajaran hidup ketika kamu belum dilempar sedalam-dalamnya di kehidupan itu sendiri. “Ada di momen 2015 saya sempat bangkrut sebangkrutnya, lumayan gede,” kenangnya.
Pada 2016 dia mulai merintis lagi namun sampai 2017 belum ada titik cerah. Ganjar saat itu sempat menduga bahwa alasannya masih gagal dalam bisnisnya karena orang tuanya yang belum sepenuhnya ikhlas merelakan Ganjar hidup berwirausaha. Di momen saat usahanya belum stabil, orang tuanya terus menyuruhnya untuk mendaftar CPNS. Pada 2017 itu juga Ganjar akhirnya luluh dan mencoba seleksi CPNS, walaupun di hati kecilnya ada rasa ragu.
Setelah seleksi yang cukup panjang, Ganjar diterima di salah satu kementerian, “alhamdulillah keterima, tapi saya pun yakin memang enggak mau, enggak mau saya terima. Sampai akhirnya batas registrasi,” kenangnya. Ganjar sempat dihubungi beberapa kali memastikan pengunduran dirinya, namun jawabannya tetap sama.
“Nah setelah itu besoknya baru saya bilang ke orang tua dan di situ orang tua tuh sudah kayak kesal, tapi mau gimana lagi? Nah sejak saat itu orang tua saya kelihatannya sudah mengikhlaskan sampai sekarang dan mungkin itu menjadi titik balik saya secara bisnis,” kata Ganjar.
Menurut Ganjar, seluruh orang tua hanya ingin anaknya bahagia baik secara kehidupan, karier maupun finansial. Begitu juga orang tuanya. Jika memang terjadi perbedaan pendapat, yang dibutuhkan adalah komunikasi yang baik. Sebagai anak, ketika sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu sebaiknya harus bertanggung jawab, buat sebuah pembuktian bahwa apa yang dijalani adalah sesuatu yang memang membuatmu bahagia.
Rahmen.id
Saat 2017 itu juga lahir usaha baru Ganjar yakni Rahmen.id, yang sebelumnya bernama Hijrahmen. “Nah yang Rahmen ini yang akhirnya saya coba buat dan belajar dari kesalahan dan kegagalan-kegagalan sebelumnya,” ungkapnya. Saat itu Ganjar menemukan pengrajin peci rajut di kampung halamannya di Garut.
Dia sadar bahwa tak banyak produk peci ini yang dijual terutama di Indonesia, mungkin produk songkok atau kopiah konvensional sudah banyak, namun peci rajut mungkin belum. Bermodal awal hanya dua ratus ribu rupiah, Ganjar bekerja sama dengan si pengrajin. Ganjar mulai mempersiapkan branding, visual, desain, hingga pemasaran. Karena keterbatasan modal, Ganjar hanya menjualnya lewat daring.
“Saya ingat banget kurang lebih hampir satu juta setengahan dari 200.000 tuh (hasil penjualannya),” kenang Ganjar sumringah. Hampir seluruh keuntungan dia putar kembali menjadi modal selama 3 tahun berjualan. Pada tahun 2020, ketika pandemi melanda dan banyak usaha harus gulung tikar, usaha Ganjar malah makin berjaya.
“Justru pas waktu saat covid itu bisa dibilang sebagai titik balik loncatan bisnis saya. Jadi kalau bisa dibilang secara hasil 2020 tuh saya mulai buka puasa. Alhamdulillah sampai sekarang bertumbuh terus dari 200.000 (menjadi) berkali-kali lipat,” bangga Ganjar.
Ganjar masih setia untuk menjual produknya hanya di pasar daring pada berbagai platform e-commerce. Walaupun ada berbagai konsumennya yang berasal dari luar negeri, Ganjar masih ingin memperbesar pasarnya di dalam negeri saja dan belum terlalu fokus merambah ke mancanegara.
Ganjar juga aktif berorganisasi di HIPMI, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, di Kota Bandung. Di dalamnya, Ganjar membuat sebuah program bertajuk HIPMI Academy, yaitu pendampingan dan pembinaan wirausaha baru dengan fokus mahasiswa.
“Setelah itu nanti di akhir program atau di akhir kegiatan kurang lebih di bulan keempat kita siapkan permodalan, jadi kita menggunakan pendekatan venture bilder, kita dampingi mereka. Setelah kita dampingi, mereka punya ide, punya konsep bisnis, mereka tawarkan ke HIPMI academy dan dari penawaran itu bisnis-bisnis yang menurut kami bagus dan orangnya juga bagus, kita chip in kita invest,” terang Ganjar.
Rahasia
Seperti dunia bisnis pada umumnya, naik turun merupakan hal yang lumrah. Yang membedakan antarpengusaha mungkin adalah bagaimana respons mereka ketika mereka terjatuh, apakah mereka akan bangkit dan melenting lebih tinggi atau memilih untuk tetap jatuh.
Ganjar membagikan rahasianya, mengapa dia mampu bertahan sampai pada titik ini. Menurutnya ada dua kekuatan utama yang membuatnya bisa bertahan. Power of Dreams dan Power of Kepepet, begitulah dia menyebutnya. Power of Dreams menggambarkan bagaimana seorang Ganjar memiliki mimpi untuk menjadi wirausaha yang sukses, yang mampu merubah ekonomi keluarganya, yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Serta Power of Kepepet.
“Saya juga kadang kepepet, mau enggak mau ini bisnis harus sukses atau harus jalan karena kalau enggak, sekarang sudah punya karyawan, sudah punya keluarga, enggak ada pilihan lain selain sukses gitu, enggak ada pilihan untuk bangkrut dan selebihnya,” jelas Ganjar, “ketika lagi turun, saya harus bangkit. Ketika saya lagi bagus ya saya harus bisa nge-manage sedemikian rupa dan harapannya bisa diteruskan oleh anak-anak saya atau diwariskanlah gitu ya,” sambungnya.
Selain itu, menurut Ganjar, lingkungan yang bagus juga sangat berpengaruh. Saat ini Ganjar bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, menurutnya itu salah satu langkah membentuk circle yang tepat. Circle yang tepat akan membuat kita bisa mempunyai keinginan untuk bertumbuh. Mentor juga tak kalah penting menurut Ganjar, hal itu dapat menambah ilmu dan insight baru.
“Namanya bisnis itu sama kayak kita belajar di sekolah formal, setiap tahun tuh akan ada ujian dan setiap ujian itu kalau kamu bisa menyelesaikan maka kamu akan naik kelas terus-terusan seperti itu. Semakin besar kamu, ujiannya semakin tinggi,” ujar Ganjar yang juga merupakan salah satu pengurus HIPMI Kota Bandung yang membidangi UMKM dan kewirausahaan.
Ganjar juga menyarankan untuk semua yang ingin mencoba berwirausaha, pertama-tama harus menyiapkan mental. “Mental kita harus sangat sangat siap, harus sangat sangat kuat. Kita harus siap dengan berbagai resiko, naik turun, omongan tetangga, omongan teman itu kita harus siap. Yang kedua ya kita harus persisten, harus punya jiwa tahan banting,” pesan Ganjar. Selain semua hal di atas, integritas, kredibilitas, keahlian, serta networking merupakan barang wajib yang harus dimiliki setiap pengusaha untuk bisa berhasil.
Mimpi dan Pesan Ganjar
Ganjar bisa dibilang hampir sudah bisa mendapatkan semua hal yang dulu mungkin hanya sekadar angannya. Namun dia berkata jika kalau bermimpi jangan nanggung. Impian terbesarnya adalah membangun bisnisnya lebih besar.
“Istilahnya tuh one hundred years company atau perusahaan yang bisa hidup 100 tahun atau perusahaan yang bisa saya wariskan turun temurun ke anak cucu saya,” ucap Ganjar, “dan tentunya usaha ini bisa membawa kebermanfaatan bagi banyak orang, dan itu yang mungkin membuat saya tetap persisten dan ingin membagikan kebahagiaan-kebahagiaan itu tuh ke orang yang lebih banyak,” imbuhnya.
Gelar doktor juga masih diimpikannya. Ganjar masih menimbang untuk bisa melanjutkan studi doktornya ke luar negeri. Dulu lingkungannya tidak ada yang mendorongnya untuk mengambil studi di luar negeri, sehingga dia hanya berfokus pada universitas dalam negeri saja, selain karena faktor bisnis. Namun saat ini banyak teman-temannya yang mendorongnya untuk bisa lebih baik lagi.
Ganjar juga berpesan untuk teman-teman yang masih ragu memilih jalannya, dia berkata untuk mengikuti apa yang membuat kalian bahagia. Jika memang jalur wirausaha membuatmu bahagia maka kejarlah, jika ingin menjadi pekerja atau ASN atau apapun itu yang memang membuatmu bahagia maka kejarlah, jadilah profesional dan yang terbaik di bidangmu masing-masing.
“Poinnya kalau dari saya sih kejar sesuatu yang membuat kalian bahagia. Karena ketika kalian tahu makna bahagianya apapun yang terjadi di depan pasti akan tetap dilewati dengan bahagia, dengan passion,” kata Ganjar, “terlepas tantangannya itu bikin kalian harus survive atau harus berjuang dari nol enggak apa-apa, karena kalau itu membuat kalian jadi bahagia, insyaallah akan indah pada waktunya lah gitu,” pungkasnya.