KPKNL Surabaya: Wani!
Ada hal-hal yang perlu diceritakan dari Surabaya. Bukan patung Sura dan Buaya, bukan jembatan Suramadu, bukan pula rujak cingur. Meski belum semahsyur ketiganya, ada hal lain yang layak diceritakan, Pojok Wani.
Satu area untuk berbagai layanan
Pojok Wani sejatinya adalah sebutan untuk area terpadu yang disediakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya untuk pengurusan sejumlah administrasi lelang. Administrasi tersebut meliputi pengurusan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) Lelang, pembuatan tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB), serta validasi Pajak Penghasilan (PPh). “Pengguna layanan cukup datang ke Pojok Wani, dia sudah menyelesaikan urusan di tiga kantor (kantor pajak, kantor pertanahan, dan pemda),” ujar Tunggul Yunianto, kepala KPKNL Surabaya. Saat ini, penyiapan ruang terpadu serupa mulai direplikasi oleh KPKNL lain di berbagai penjuru negeri.
Selain area utama yang berfungsi untuk memberikan layanan terkait kekayaan negara, terdapat pula area penunjang seperti area membaca, ruang bermain anak, ruang laktasi, dan ruang untuk mengikuti lelang daring.
Wani dalam Pojok Wani diambil dari slogan yang diusung KPKNL Surabaya “Wani Cak!”. Wani adalah kosakata dalam bahasa Jawa, bahasa percakapan di Surabaya, yang berarti berani. Berani, dalam konteks slogan ini, merujuk pada berani bersih dari korupsi dan berani melayani sepenuh hati.

Tantangan melayani
Menurut KBBI, melayani punya makna membantu menyiapkan apa-apa yang diperlukan seseorang. Dari konteks ini, dapat kita duga bahwa setidaknya akan ada dua perspektif tantangan melayani. Pertama adalah persepektif internal penyedia layanan, serta kedua adalah terkait apa-apa yang disiapkan.
Dari perspektif internal, Tunggul menyatakan setidaknya ada dua sisi yang jadi perhatian. “Di satu sisi kita perlu manage waktu dan pekerjaan, di sisi lain kita berusaha meningkatkan kualitas layanan karena tuntutan masyarakat,” ujarnya. Sementara dari perspektif terkait obyek yang disiapkan, Tunggul menyatakan pihaknya tak jarang mendapati sejumlah keluhan, bahkan gugatan, dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Sebagaimana kita ketahui, salah satu layanan KPKNL adalah lelang. Dari beragam obyek yang dilelang, terdapat lelang terkait hak tanggungan yang seringkali rawan gugatan. Biasanya, gugatan dilayangkan oleh pihak yang tidak terima barang atau obyek miliknya dilelang oleh KPKNL. Sementara, ihwal tersebut mestinya adalah ranah debitur dan kreditur, tanpa melibatkan KPKNL selaku pihak yang melelang. “Tapi alhamdulillah selama ini kita selalu menang ya (di pengadilan), karena teman-teman (pelelang) pasti prudent betul dalam mengeluarkan kebijakan,” ujar Tunggul menambahkan.

Lelang UMKM
Masih terkait tugas lelang, terdapat juga jenis lelang sukarela. Secara definisi, kurang lebih lelang sukarela adalah lelang atas barang milik swasta, baik perorangan ataupun badan hukum secara sukarela. Di KPKNL terbaik 2023 ini, lelang sukarela diramaikan oleh lelang produk usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Saat ini, lelang produk UMKM didominasi oleh produk-produk kerajinan tangan dan makanan.
Tunggul mengatakan bahwa lelang produk UMKM ini adalah salah satu bentuk kontribusi mengembangkan usaha kecil untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami sebagai bagian dari Kemenkeu tentunya ingin agar UMKM juga mulai menjadi bagian dari pergerakan ekonomi. Dengan langkah kami kecil-kecilan, kami coba edukasi UMKM untuk jual barangnya melalui lelang,” ia melanjutkan, “Intinya agar mereka bisa lebih mengoptimalkan bisnisnya, bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional khususnya di Surabaya.”