PLTM Sion: Listrik Bersih yang Mengubah Wajah Desa Humbang Hasundutan di Sumatera Utara

2 Desember 2025
OLEH: Reni Saptati D.I.
PLTM Sion: Listrik Bersih yang Mengubah Wajah Desa Humbang Hasundutan di Sumatera Utara
 

Pembangunan energi baru terbarukan menjadi agenda nasional karena memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui pemanfaatan sumber energi bersih seperti air, angin, dan matahari, Indonesia dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga keberlanjutan alam.

Wujud kehadiran energi baru terbarukan salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), yaitu pembangkit yang memanfaatkan aliran sungai dengan debit relatif kecil untuk menghasilkan listrik secara berkelanjutan dengan emisi yang sangat rendah. PLTM memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, mulai dari menurunkan jejak karbon, menjaga kualitas ekosistem sungai, hingga menyediakan listrik yang stabil bagi desa-desa terpencil.

Kehadiran PLTM juga mendorong aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang lebih andal dan ramah lingkungan. PLTM menjadi harapan nyata bagi masyarakat desa untuk keluar dari keterbatasan listrik dan membuka jalan bagi aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

Di Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, hadir sebuah proyek yang merefleksikan hal itu, yaitu PLTM Sion berkapasitas 10 MW. Proyek ini merupakan salah satu wujud pembiayaan strategis dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), sebuah special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan yang memiliki mandat untuk mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Energi Baru untuk Daerah yang Membutuhkan

PLTM Sion merupakan sebuah proyek energi bersih yang dikembangkan oleh PT Citra Multi Energi dan mendapatkan pembiayaan dari PT SMI. Beroperasi sejak 2020, PLTM ini memanfaatkan aliran Sungai Aek Simonggo, yaitu sebuah sungai dengan daerah tangkapan air seluas 279 km² dan curah hujan tahunan mencapai 3.500 mm. Debit aliran sungai telah menjelma sebagai sumber energi berkelanjutan bagi masyarakat di Humbang Hasundutan dan sekitarnya.

01.jpeg

Dukungan PT SMI terhadap PLTM Sion sejalan dengan komitmennya mempercepat transisi energi di Indonesia, sebagaimana terlihat dari pembiayaan untuk berbagai proyek energi terbarukan lainnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya Trembesi di Kepulauan Riau dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ijen di Jawa Timur.

Melalui pembiayaan yang berorientasi pada dampak, PT SMI konsisten mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (tanpa kemiskinan), SDG 7 (energi bersih dan terjangkau), SDG 9 (infrastruktur dan inovasi), serta SDG 13 (penanganan perubahan iklim).

SDGs disepakati oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Terdiri atas 17 tujuan global yang dirancang untuk dicapai pada tahun 2030. Tujuannya adalah menciptakan dunia yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan. SDGs menjadi panduan negara, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam merencanakan pembangunan yang tidak hanya mengutamakan pertumbuhan, tetapi juga kesejahteraan manusia dan kelestarian bumi.

PT SMI bertekad untuk mendukung pencapaian SDGs tersebut dan memiliki visi menjadi agen pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa, melalui pilar bisnis pembiayaan korporasi, pembiayaan publik, serta jasa konsultasi dan pengembangan proyek.

Hingga September 2025, PT SMI telah mencatatkan komitmen pembiayaan sebesar Rp254,27 triliun, dengan total nilai proyek yang dibiayai mencapai Rp1.149 triliun. Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menegaskan bahwa pembiayaan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada hadirnya infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan efek pengganda terhadap perekonomian.

Proyek-proyek yang dibiayai PT SMI tercatat menciptakan sekitar 10,7 juta lapangan kerja, sekaligus memberikan kontribusi tambahan sekitar Rp1.135 triliun terhadap perekonomian nasional, setara 0,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

02.jpeg

“Kontribusi 0,5% terhadap PDB mungkin terlihat kecil, tetapi bagi sebuah perseroan, angka ini sangat signifikan. Inilah peran kami sebagai fiscal tools pemerintah,” ujar Reynaldi dalam Media Gathering di Humbang Hasundutan (10/11).

Reynaldi juga menekankan bahwa proyek-proyek energi terbarukan seperti PLTM Sion memiliki multiplier effect sebesar 2,36, jauh di atas rata-rata nasional 1,62. Angka ini menunjukkan betapa besar dampak tidak langsung yang bergerak mengikuti kehadiran proyek, mulai dari aktivitas ekonomi warga, peluang usaha baru, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dampak Nyata bagi Warga Desa

Bagi masyarakat Humbang Hasundutan dan sekitarnya, PLTM Sion juga menjadi simbol kemajuan. Infrastruktur pendukung mulai terbentuk, aksesibilitas meningkat, dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih stabil berkat ketersediaan listrik yang dapat diandalkan. Proyek PLTM Sion berkapasitas 10 MW ini mampu menyediakan pasokan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 15.800 rumah, menghadirkan penerangan yang lebih andal sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat di sekitarnya.

PLTM Sion adalah bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus berwujud raksasa. Kadang, justru dari sebuah desa terpencil, perubahan besar dimulai. Dengan memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan, menghadirkan teknologi yang tepat, serta dukungan pendanaan yang kuat, sebuah desa dapat melompat lebih jauh menuju kemandirian energi.

Melalui peran PT SMI, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dan dari tepian Sungai Aek Simonggo, cahaya dari PLTM Sion kini menerangi harapan baru bagi masyarakat Humbang Hasundutan.

PT SMI hingga kini berkontribusi terhadap 120 Proyek Strategis Nasional (PSN) dan program RPJMN dengan total komitmen Rp120,5 triliun dan nilai proyek Rp677,5 triliun. Sektor yang didorong pun beragam, mulai dari ketenagalistrikan, energi terbarukan, jalan tol, air minum, transportasi, irigasi, kawasan ekonomi, hingga infrastruktur tahan bencana. Melalui pembiayaan yang terukur dan berorientasi pada dampak, proyek seperti PLTM Sion menjadi cermin bagaimana instrumen fiskal negara mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.


Reni Saptati D.I.