Sovereign Credit Rating Harus Bagus, Ini Sebabnya
Lembaga Pemeringkat Moody’s kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia pada peringkat Baa2, satu tingkat di atas investment grade, dengan outlook stabil pada 16 April 2024.
Penilaian positif Moody’s atas kinerja perekonomian Indonesia juga senada dengan hasil asesmen lembaga rating lainnya, yaitu Fitch dan Japan Credit Rating Agency (JCR) pada Maret 2024. Fitch kembali mempertahankan SCR Republik Indonesia pada BBB (satu tingkat di atas investment grade) dengan outlook stabil pada 15 Maret 2024.
Sementara, JCR juga mempertahankan SCR Republik Indonesia pada BBB+ (investment grade) dengan outlook stabil pada 22 Maret 2024.
Afirmasi tersebut sejalan dengan hasil asesmen lembaga-lembaga pemeringkat terkait bahwa di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global, ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga baik. Didorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan stabil, serta berbagai inovasi instrumen kebijakan yang kuat.
Keputusan tersebut juga mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik, inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, dan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang rendah dan terkendali.
Sovereign Credit Rating atau peringkat kredit negara sendiri merupakan penilaian independen terhadap kelayakan kredit suatu negara atau entitas berdaulat. Atau dengan kata lain penilaian terhadap kemampuan sebuah negara untuk melunasi kreditnya.
Peringkat utang (rating) yang diberikan oleh lembaga internasional atau lembaga rating merupakan salah satu indikator penilaian kelayakan investasi yang umum digunakan dan sudah menjadi standar di dunia. Aspek penilaian rating suatu negara tidak hanya terbatas pada kondisi perekonomian, namun juga situasi politik negara tersebut.
Semakin baik posisi rating suatu negara, semakin kuat citra negara tersebut sebagai negara yang memiliki risiko pengembalian utang paling rendah. Sehingga kualitas instrumen surat berharga yang diterbitkan oleh negara itu juga akan semakin baik dan kian atraktif bagi investor. Bukan hanya pada investasi portofolio, namun juga investasi langsung karena negara tersebut dinilai memiliki perekonomian yang lebih sehat.
Posisi rating kredit negara yang baik juga akan berdampak pada biaya pengembalian modal (cost of capital) yang semakin rendah.
Hal itu tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi negara tersebut. Investasi yang tinggi dapat memberikan efek pengganda besar pada penurunan pengangguran dan kemiskinan.
Peringkat kredit Indonesia yang berhasil mencapai outlook stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik saat ini menunjukkan tetap kuatnya kepercayaan investor terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah dan ketahanan ekonomi Indonesia.