Artikel

Ekonomi Indonesia Menurut Sumitro Djojohadikusumo: Negara Harus Hadir, Pasar Harus Diatur
 
Sumitro Djojohadikusumo selalu meyakini bahwa ekonomi tak bisa dipisahkan dari semangat kebangsaan. Baginya, ekonomi bukan sekadar hitung-hitungan angka dan teori di ruang kuliah saja. Ekonomi adalah alat perjuangan, sebuah sarana untuk membebaskan rakyat dari ketertindasan. Ia menolak gagasan pembangunan ekonomi harus dibayar dengan ketergantungan pada modal asing tanpa kendali, yang menurutnya merupakan bentuk penjajahan baru yang lebih halus.
30 Oktober 2025

Sumitro Djojohadikusumo dan Kerja Sunyi di Balik Kedaulatan Fiskal Indonesia
 
Sejarah Indonesia sering dikenang lewat kisah heroik para pejuang bersenjata. Namun, ada perjuangan lain yang tak kalah penting: perjuangan intelektual. Salah satunya datang dari ekonom dan negarawan Sumitro Djojohadikusumo, arsitek fiskal yang bekerja sunyi di balik kedaulatan ekonomi Indonesia.
30 Oktober 2025

Jejak Sumitro Djojohadikusumo: Dari Rotterdam Hingga Jakarta School of Economic
 
Sumitro bukan sekadar akademisi. Ia adalah perancang jalan berpikir ekonomi Indonesia — sosok yang meletakkan fondasi bagi lahirnya generasi ekonom modern dan institusi yang hari ini menjadi jantung intelektual ekonomi nasional: FE-UI dan LPEM UI.
23 Oktober 2025

Program Benteng Sumitro Djojohadikusumo: Fondasi Awal Kelahiran Pengusaha Nasional Indonesia
 
Sumitro menawarkan gagasan dan keberanian untuk membangun ekonomi nasional yang tangguh dan modern, sembari tetap terbuka pada dunia internasional. Peran dominan negara dalam mengatur jalannya perekonomian terlihat melalui kebijakan yang lahir pada 1950-an, yakni "Rencana Sumitro" yang menitikberatkan pada industrialisasi dan "Program Benteng."
22 Oktober 2025

Rizal Azis, Peneliti Sel Punca Alumni LPDP Lulusan University of Nottingham
 
Menjadi peneliti di Indonesia sering dianggap profesi “kurang cuan”. Tapi bagi Rizal Azis, peneliti muda lulusan University of Nottingham dan penerima beasiswa LPDP, ilmu pengetahuan bukan soal uang—melainkan kontribusi untuk kemanusiaan. Tahun 2024 lalu, Rizal mencatat sejarah sebagai pemegang hak paten di Inggris untuk media kultur sel punca non hewani (xeno-free)—temuan penting di dunia bioteknologi yang menekan biaya riset dan terapi sel punca secara signifikan.
17 Oktober 2025

Sumitro Djojohadikusumo: Arsitek Arah Ekonomi Indonesia Pascakemerdekaan
 
Nama Sumitro Djojohadikusumo tak bisa dilepaskan dari sejarah kebangkitan ekonomi Indonesia pascakemerdekaan. Ia dikenal bukan hanya sebagai Begawan Ekonomi, tetapi juga sebagai arsitek kebijakan ekonomi nasional yang menekankan pentingnya kemandirian dan keadilan sosial. Sejak muda, Sumitro sudah geram dengan sistem perekonomian yang berpihak pada segelintir penguasa. Baginya, kemerdekaan politik tak berarti banyak jika tidak diikuti dengan kemerdekaan ekonomi. “Pembangunan ekonomi bukanlah semata-mata soal menaikkan angka produksi nasional, melainkan soal pembagian hasil-hasil pembangunan itu secara adil untuk rakyat,” ujarnya.
17 Oktober 2025

Pemikiran Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo: Ilmu, Integritas, dan Pengabdian untuk Bangsa
 
Sumitro Djojohadikusumo, salah satu ekonom Indonesia terkemuka, lahir di Kebumen pada 29 Mei 1917. Ia dikenal sebagai perintis pemikiran ekonomi nasional yang berpijak pada moralitas, keadilan sosial, dan keberpihakan pada rakyat kecil. Putra dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo—pendiri Bank Negara Indonesia (BNI)—dan Raden Ayu Siti Katoemi Wirodihardjo ini tumbuh dalam keluarga Jawa yang menjunjung tinggi pendidikan dan diskusi intelektual.
14 Oktober 2025

Sumitro Djojohadikusumo: Begawan Ekonomi Indonesia dan Pemikir di Balik Fondasi Pembangunan Nasional
 
Nama Sumitro Djojohadikusumo tercatat dalam buku-buku sejarah sebagai ekonom ulung. Ia juga melekat dalam ingatan banyak orang sebagai seorang pejuang dengan hati dan visi besar. Julukan “Begawan Ekonomi” yang disematkan kepadanya bukan sekadar penghormatan akademis, melainkan cermin dari perjalanan seorang manusia yang penuh dedikasi, keberanian, dan cinta pada bangsanya. Menteri Keuangan periode 1952-1953 dan 1955-1956 ini juga dikenal sebagai seorang arsitek utama kebijakan ekonomi Indonesia pascakemerdekaan. Ia menduduki beberapa posisi penting di bidang ekonomi baik di masa awal pascakemerdekaan maupun Orde Baru. Sosok pengagum Nehru dan Andre Malraux ini dianggap sebagai “Guru Ekonomi Agung” dalam sejarah Republik Indonesia.
13 Oktober 2025

Sekolah Rakyat: Gebrakan Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk Memutus Rantai Kemiskinan
 
Program Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata pemerintahan Prabowo–Gibran memutus rantai kemiskinan. Dari asrama di Surakarta, kisah Danindra dan Bintang menggambarkan bagaimana pendidikan gratis mengubah masa depan. Hingga Oktober 2025, secara keseluruhan pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 165 Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia yang menampung hampir 16 ribu murid. Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta merupakan salah satu pionir sekolah rakyat tersebut. Berlokasi di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, SRMA 17 Surakarta resmi berdiri sejak 14 Juli 2025. Sekolah ini menampung 200 siswa angkatan pertama di jenjang kelas 10 yang terbagi ke dalam 8 ruang kelas atau 25 siswa per kelas, didukung oleh 20 tenaga pendidik serta 12 wali asrama dan wali asuh.
12 Oktober 2025

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Koperasi Desa Merah Putih Sinduadi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
 
Setelah bergabung menjadi KDMP, KDMP Sinduadi mendapatkan beberapa dukungan dari pemerintah seperti tempat operasional dan kerja sama dari BUMN. Selain itu, KDMP Sinduadi juga menggandeng dukungan dari swasta untuk gerai sembako, apotek, dan klinik.
11 Oktober 2025

Bangun Keadilan Sosial dan Ekonomi Rakyat Lewat 3 Juta Rumah
 
Program 3 Juta Rumah tidak hanya sekadar soal angka pembangunan rumah, program ini juga berupaya untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi dengan mendongkrak perekonomian, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Harapannya, program ini akan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.
10 Oktober 2025

APBN 2026 Katalisator Pertumbuhan, Begini Kata Ekonom
 
Di tengah berbagai tantangan global maupun domestik, dalam APBN 2026 pemerintah bersama DPR menyepakati target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. APBN 2026 dirancang tetap fleksibel agar adaptif dan responsif terhadap guncangan serta mampu menjadi katalisator pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
9 Oktober 2025