Artikel

Bangun Generasi Sehat dan Unggul Melalui MBG, Wujudkan Gizi Seimbang untuk Masa Depan
 
Di usia yang seharusnya menjadi masa emas pertumbuhan, anak-anak justru dihadapkan pada risiko obesitas, kekurangan gizi, gangguan metabolisme hingga gangguan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk dapat memperkenalkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah ini adalah melalui program Makan Bergizi Gratis.
25 November 2025

Bea Cukai Gencarkan Pemberantasan Rokok Ilegal: Kemenkeu Sita 816 Juta Batang Rokok Ilegal Hingga September 2025
 
Hingga akhir September 2025, dari 13.484 kali penindakan yang dilakukan, DJBC berhasil menyita total 816 juta batang rokok ilegal. Jumlah tersebut naik tajam sebesar 37% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun rokok ilegal yang disita didominasi oleh 72,9% Sigaret Kretek Mesin (SKM); 21,3% Sigaret Putih Mesin (SPM); dan sisanya 5,8% adalah jenis lain.
7 November 2025

Kemenkeu Dorong Transfer Daerah yang Kuat dan Tepat Sasaran, Realisasi Capai Rp644,9 Triliun
 
Pemerintah mencatat realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga akhir September 2025 sudah mencapai Rp644,9 triliun atau sekitar 74,2 persen dari pagu anggaran pasca Instruksi Presiden. Angka ini naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena perbaikan penyampaian dan pemenuhan syarat salur.
4 November 2025

Di Balik Julukan Begawan Ekonomi: Sumitro Djojohadikusumo dan Nilai Hidup yang Ia Wariskan
 
Julukan Begawan Ekonomi memang melekat pada nama Sumitro Djojohadikusumo. Namun bagi keluarga, sahabat, dan murid-muridnya, ia lebih dulu seorang ayah, kakek, guru, dan sahabat. Gelar itu tak semata lahir dari reputasi akademik atau kiprah politiknya, tetapi dari cara ia menempatkan diri: sederhana, penuh humor, dan selalu mengingatkan bahwa ekonomi sejatinya adalah tentang manusia.
31 Oktober 2025

Potret Sumitro Djojohadikusumo di Mata Keluarga dan Sahabat
 
Nama Sumitro Djojohadikusumo tak hanya tercatat dalam sejarah sebagai begawan ekonomi Indonesia, tetapi juga sebagai guru kehidupan yang sederhana, tajam berpikir, dan setia pada nilai-nilai kemanusiaan. Di mata banyak orang, ia bukan sekadar ekonom, melainkan pengajar yang menanamkan arti pengabdi
31 Oktober 2025

Diplomat Ekonomi Republik: Kiprah Sumitro Djojohadikusumo di Panggung Dunia
 
Di usia belum genap tiga puluh tahun, Sumitro Djojohadikusumo sudah menorehkan kiprah di panggung diplomasi dunia. Dari ruang sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga meja perundingan Konferensi Meja Bundar, ia tampil sebagai ekonom muda yang lantang membela kedaulatan Indonesia. Di balik kerapian jas dan dasinya, Sumitro menyimpan kegelisahan seorang intelektual: bagaimana bangsa yang baru lahir ini bisa benar-benar merdeka, bukan hanya secara politik, tetapi juga secara ekonomi. “Tidak ada pilihan lain bagi Republik Indonesia selain menempuh jalannya sendiri dan berjuang sekuat tenaga sebagai negara yang merdeka dan berdaulat sepenuhnya,” tulisnya tegas dalam surat terbuka di The New York Times pada 21 Desember 1948 — sebuah seruan yang menggema hingga ke ruang rapat Dewan Keamanan PBB.
30 Oktober 2025

Ekonomi Indonesia Menurut Sumitro Djojohadikusumo: Negara Harus Hadir, Pasar Harus Diatur
 
Sumitro Djojohadikusumo selalu meyakini bahwa ekonomi tak bisa dipisahkan dari semangat kebangsaan. Baginya, ekonomi bukan sekadar hitung-hitungan angka dan teori di ruang kuliah saja. Ekonomi adalah alat perjuangan, sebuah sarana untuk membebaskan rakyat dari ketertindasan. Ia menolak gagasan pembangunan ekonomi harus dibayar dengan ketergantungan pada modal asing tanpa kendali, yang menurutnya merupakan bentuk penjajahan baru yang lebih halus.
30 Oktober 2025

Sumitro Djojohadikusumo dan Kerja Sunyi di Balik Kedaulatan Fiskal Indonesia
 
Sejarah Indonesia sering dikenang lewat kisah heroik para pejuang bersenjata. Namun, ada perjuangan lain yang tak kalah penting: perjuangan intelektual. Salah satunya datang dari ekonom dan negarawan Sumitro Djojohadikusumo, arsitek fiskal yang bekerja sunyi di balik kedaulatan ekonomi Indonesia.
30 Oktober 2025

Jejak Sumitro Djojohadikusumo: Dari Rotterdam Hingga Jakarta School of Economic
 
Sumitro bukan sekadar akademisi. Ia adalah perancang jalan berpikir ekonomi Indonesia — sosok yang meletakkan fondasi bagi lahirnya generasi ekonom modern dan institusi yang hari ini menjadi jantung intelektual ekonomi nasional: FE-UI dan LPEM UI.
23 Oktober 2025

Program Benteng Sumitro Djojohadikusumo: Fondasi Awal Kelahiran Pengusaha Nasional Indonesia
 
Sumitro menawarkan gagasan dan keberanian untuk membangun ekonomi nasional yang tangguh dan modern, sembari tetap terbuka pada dunia internasional. Peran dominan negara dalam mengatur jalannya perekonomian terlihat melalui kebijakan yang lahir pada 1950-an, yakni "Rencana Sumitro" yang menitikberatkan pada industrialisasi dan "Program Benteng."
22 Oktober 2025

Sumitro Djojohadikusumo: Arsitek Arah Ekonomi Indonesia Pascakemerdekaan
 
Nama Sumitro Djojohadikusumo tak bisa dilepaskan dari sejarah kebangkitan ekonomi Indonesia pascakemerdekaan. Ia dikenal bukan hanya sebagai Begawan Ekonomi, tetapi juga sebagai arsitek kebijakan ekonomi nasional yang menekankan pentingnya kemandirian dan keadilan sosial. Sejak muda, Sumitro sudah geram dengan sistem perekonomian yang berpihak pada segelintir penguasa. Baginya, kemerdekaan politik tak berarti banyak jika tidak diikuti dengan kemerdekaan ekonomi. “Pembangunan ekonomi bukanlah semata-mata soal menaikkan angka produksi nasional, melainkan soal pembagian hasil-hasil pembangunan itu secara adil untuk rakyat,” ujarnya.
17 Oktober 2025

Pemikiran Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo: Ilmu, Integritas, dan Pengabdian untuk Bangsa
 
Sumitro Djojohadikusumo, salah satu ekonom Indonesia terkemuka, lahir di Kebumen pada 29 Mei 1917. Ia dikenal sebagai perintis pemikiran ekonomi nasional yang berpijak pada moralitas, keadilan sosial, dan keberpihakan pada rakyat kecil. Putra dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo—pendiri Bank Negara Indonesia (BNI)—dan Raden Ayu Siti Katoemi Wirodihardjo ini tumbuh dalam keluarga Jawa yang menjunjung tinggi pendidikan dan diskusi intelektual.
14 Oktober 2025