Artikel

Sumitro Djojohadikusumo: Begawan Ekonomi Indonesia dan Pemikir di Balik Fondasi Pembangunan Nasional
 
Nama Sumitro Djojohadikusumo tercatat dalam buku-buku sejarah sebagai ekonom ulung. Ia juga melekat dalam ingatan banyak orang sebagai seorang pejuang dengan hati dan visi besar. Julukan “Begawan Ekonomi” yang disematkan kepadanya bukan sekadar penghormatan akademis, melainkan cermin dari perjalanan seorang manusia yang penuh dedikasi, keberanian, dan cinta pada bangsanya. Menteri Keuangan periode 1952-1953 dan 1955-1956 ini juga dikenal sebagai seorang arsitek utama kebijakan ekonomi Indonesia pascakemerdekaan. Ia menduduki beberapa posisi penting di bidang ekonomi baik di masa awal pascakemerdekaan maupun Orde Baru. Sosok pengagum Nehru dan Andre Malraux ini dianggap sebagai “Guru Ekonomi Agung” dalam sejarah Republik Indonesia.
13 Oktober 2025

Sekolah Rakyat: Gebrakan Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk Memutus Rantai Kemiskinan
 
Program Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata pemerintahan Prabowo–Gibran memutus rantai kemiskinan. Dari asrama di Surakarta, kisah Danindra dan Bintang menggambarkan bagaimana pendidikan gratis mengubah masa depan. Hingga Oktober 2025, secara keseluruhan pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 165 Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia yang menampung hampir 16 ribu murid. Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta merupakan salah satu pionir sekolah rakyat tersebut. Berlokasi di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, SRMA 17 Surakarta resmi berdiri sejak 14 Juli 2025. Sekolah ini menampung 200 siswa angkatan pertama di jenjang kelas 10 yang terbagi ke dalam 8 ruang kelas atau 25 siswa per kelas, didukung oleh 20 tenaga pendidik serta 12 wali asrama dan wali asuh.
12 Oktober 2025

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Koperasi Desa Merah Putih Sinduadi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
 
Setelah bergabung menjadi KDMP, KDMP Sinduadi mendapatkan beberapa dukungan dari pemerintah seperti tempat operasional dan kerja sama dari BUMN. Selain itu, KDMP Sinduadi juga menggandeng dukungan dari swasta untuk gerai sembako, apotek, dan klinik.
11 Oktober 2025

APBN 2026 Katalisator Pertumbuhan, Begini Kata Ekonom
 
Di tengah berbagai tantangan global maupun domestik, dalam APBN 2026 pemerintah bersama DPR menyepakati target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. APBN 2026 dirancang tetap fleksibel agar adaptif dan responsif terhadap guncangan serta mampu menjadi katalisator pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
9 Oktober 2025

Memahami Manfaat Penempatan Dana Rp200 Triliun bagi Perekonomian Indonesia
 
Pada 12 September 2025, pemerintah menempatkan Rp200 triliun di bank-bank Himbara, sebagai peralihan dari semula kas negara ditempatkan di bank sentral menjadi di bank umum. Kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas dan menyalurkan kredit ke sektor produktif.
7 Oktober 2025

APBN 2026: Tujuan dan Arah Kebijakan
 
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat II atau Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/09/2025).
6 Oktober 2025

Sekolah Rakyat Berikan Harapan Siswa Tidak Mampu Mengenyam Pendidikan Terbaik
 
Selain tidak perlu mengeluarkan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bulanan, para siswa dan siswi di SRMA 13 Bekasi juga bisa menikmati berbagai fasilitas lengkap untuk penunjang pendidikan secara gratis. Inilah yang membuat Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah lainnya.
1 Oktober 2025

Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi Bantu Warga Rentan Dapatkan Perlindungan Sosial
 
Jika kita menengok kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, masih terdapat keluarga dan individu di sekitar kita yang harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Ada di antara mereka adalah anak-anak dari keluarga miskin, lansia yang hidup sendiri, hingga penyandang disabilitas. Mereka sering kali berada dalam posisi paling rentan terhadap guncangan sosial dan ekonomi. Kehadiran negara untuk memberikan perlindungan sosial bagi mereka menjadi harapan sekaligus sandaran. Negara hadir untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka dan memastikan setiap warga tetap memiliki martabat dan kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.
19 September 2025

Sekolah Rakyat: Cerdas Bersama, Tumbuh Setara
 
Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia. Di tengah upaya membangun masa depan yang lebih adil dan sejahtera, pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat. Sekolah yang digagas oleh presiden Prabowo Subianto ini menjadi langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
16 September 2025

Rancangan APBN 2026: Sehat, Kredibel, dan Berpihak pada Rakyat
 
Dalam merancang APBN 2026, pemerintah memastikan manfaat APBN dapat benar-benar dirasakan langsung oleh rakyat. APBN bukan sekadar dokumen berisi angka-angka, APBN adalah instrumen yang nyata untuk mewujudkan ekonomi yang kuat, berdaulat, dan berkeadilan sosial dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
16 September 2025

Sekolah Rakyat: Harapan Baru Pendidikan Berkualitas untuk Anak Bangsa
 
Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan layanan pendidikan dan pembelajaran bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak jalanan, anak yang mengalami permasalahan sosial, serta kelompok rentan lainnya, agar memperoleh hak dasarnya terhadap pendidikan. Melalui pembelajaran keterampilan akademik dasar, kecakapan hidup, dan pembinaan karakter, sehingga dapat kembali atau melanjutkan ke pendidikan formal maupun nonformal. Tujuannya jelas, membekali mereka agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian.
2 September 2025

APBN 2026 untuk Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi
 
Pada 15 Agustus 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dan Nota Keuangannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dokumen tersebut merupakan APBN pertama yang disusun di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
2 September 2025